Tips Merawat Kain Tradisional – Bagi sebagian orang memiliki dan mengoleksi kain tradisional seperti batik, songket maupun ulos merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Namun, perlu sedikit perhatian dalam perawatannya mengingat jenis kainnya yang halus. Berikut panduan praktis merawat kain tradisional agar tetap awet.
merawat kain tradisional


1. Hindari mencuci dengan mesin atau penggilas. Cara terbaik adalah dengan mencucinya dengan tangan. Rendam kain selama 10 menit di dalam air yang telah diberi sabun lerak atau deterjen khusus untuk kain tradisional, lalu kucek perlahan dengan tangan. Hindari memerasnya dengan keras. Anda juga bisa menggantinya dengan sampo bayi yang kandungannya ringan sehingga serat kain tetap halus. 


2. Hindari paparan sinar matahari. Sebaiknya jemur kain tradisional dengan cara diangin-anginkan saja dan rapihkan dengan tangan lalu gantung dalam suhu yang sejuk hingga kering alami.

3. Jika harus diseterika, pilih suhu panas yang paling rendah saja atau lapisi dengan kain sebelum menyeterikanya agar serat kain tidak rusak.

4. Jangan melipat kain dalam lemari. Sebaiknya gantung dengan hanger yang terbuat dari kayu dan tutup dengan plastik. Hindari kapur barus karena bisa merusak kain. Sebagai gantinya ambil merica, lada atau cengkeh yang dibungkus kain kasa sebagai pengganti kamper untuk menghindari ngengat.

5. Agar tidak bau, keluarkan kain setiap tiga bulan sekali dengan cara mengangin-anginkannya di ruang terbuka. 


Kini kain tradisional Anda sudah terawat dengan baik. Tidak sulit jika tahu cara merawat kain tradisonal agar tetap rapi dan tahan lama.