Faktor apa saja yang membedakan harga jeans?

Kualitas kain (fabric):
Upland Cotton:
Katun yang sangat sering digunakan. Kalau terdapat jeans bertuliskan “100% cotton”, bisa jadi besar kemungkinan yang dimaksud ialah 100% upland cotton.

Pima Cotton:
Salah satu bahan yang sangat tahan lama, mempunyai daya serap tinggi,tetapi tetap berasa ringan. Pilihan populer guna seprai mewah, kaos oblong, dan sejumlah produsen denim.

Zimbabwean Cotton:
Salah satu katun yang sangat lama dipakai di dunia dan pun salah satu yang sangat langka. Hanya ditumbuhkan oleh sejumlah petani di Afrika Selatan dan melulu dipanen dengan tangan. Katun ini dipakai oleh sejumlah brand terkenal laksana Momotaro dan IronHeart.

Angka-angka ini mengindikasikan berat satu yar/yard kain yang digunakan. Denim yang lebih ringan seringkali lebih murah namun mempunyai daya tahan yang tidak cukup baik, dan kebalikannya untuk denim yang lebih berat — lebih mahal dan bisa bertahan guna waktu yang lebih lama. Jika merasa bingung, barangkali kamu dapat ambil patokan bahwa jeans yang biasa dapat kamu temukan di toko laksana ZARA atau H&M beratnya selama 12-14 oz.

Hardware
Kancing, ritssluiting (zipper), rivets, bordir, kantong, dan belt loops — seberapa powerful mereka? Terbuat dari material apa? Tentunya jeans yang memakai rivets dari nikel (bahan termurah) harganya bakal jauh lebih rendah dibanding yang memiliki kancing berlapis emas 18-karat.

Wash
Pada dasarnya, semakin “manual” usaha yang dibutuhkan untuk proses washing, maka harganya bakal semakin tinggi. Stone Wash ialah salah satu proses wash yang sangat mahal, dimana celana jeans dimasukkan ke mesin cuci besar dan dibersihkan dengan pumice stones (batu apung) atau batu vulkanik guna mendapatkan feel yang lebih lembut dan model yang lebih menarik.

Kemudian bilamana kamu menyaksikan ada jeans yang memiliki whiskers (garis-garis hasil dari fade) atau firasat tertentu yang bertolak belakang pada masing-masing jeansnya, ini berarti bahwa washnya dilaksanakan dengan tangan atau manual. Washing dilaksanakan dengan menciptakan goresan, lubang, atau membasuh dengan teknik tertentu pada masing-masing jeans tersebut, dan berikut salah satu dalil kenapa jeans tersebut mungkin berharga mahal. Apalagi jeans dengan tipe “destroyed”,sebab ini berarti proses wahing dilaksanakan dengan memlubangi/menyobek jeans secara manual satu-per-satu.

Apakah Twill Weave?
Twill Weave ialah pola perubahan yang ada pada kain denim, yang diakibatkan oleh benang katun biru dan putih yang terjalin dengan baik.

4 Hal Penting Dalam Memilih Seragam Kantor

Right Hand Twill (RHT):
Twill Weave ini mempunyai alur diagonal dari kiri ke kanan, dan menghasilkan denim yang halus dan rata. Metode RHT lebih tidak sedikit digunakan daripada LHT, dan dipopulerkan oleh merk Levi’s.

Left Hand Twill (LHT):
Sebaliknya dengan RHT, LHT mempunyai alur diagonal dari kanan ke kiri, yang menghasilkan denim yang tidak banyak lebih lembut dari RHT. Lebih lamanya jeans dengan LHT digunakan, fading yang terjadi bakal terlihat lebih fuzzy, dan pun mempunyai arah vertikal.

Broken Twill:
Gabungan dari RHT dan LHT. Pertama dipakai oleh brand Wrangler pada tahun 1964, cara Broken Twill menciptakan pola zig-zag unik.

Bagimana teknik termudah untuk memisahkan denim berkualitas bagus atau tidak?
– Cek dan rasakan kain yang dipakai untuk jeans tersebut. Apabila lembut dan mempunyai kelembaban tertentu, tersebut berarti bahwa katun yang digunaka berkualitas bagus. Terlepas dari kenyataan bahwa jeans itu raw dan unwashed atau tidak.
– Temukan ciri khas dari kain tersebut, seperti metode Twill Weave yang digunakan, ataupun kualitas menarik lainnya. Lebih bagus karakter jeans tersebut, lebih baik pun kualitasnya.
– Bagi hardware carilah yang tercipta dari copper (tembaga), dan pun kantong yang mengikuti kontur dari tubuhmu.

Raw atau washed denim?
Beberapa jeans akan melewati proses wash terlebih dahulu dengan model “destroyed” atau “distressed” pada saat anda membelinya. Ini berarti bahwa denim itu tidak bakal stretch (longgar) atau berubah format secara signifikan. Juga tidak akan tidak sedikit terkena proses “break-in”. Di sisi lain, raw denim akan membutuhkan waktu berbulan-bulan (tergantung preferensi, kadang terdapat yang bertahun-tahun) guna benar-benar “break-in” dan mengikuti format tubuhmu. Walaupun membutuhkan lebih banyak waktu, pada finishing jeans itu akan lebih fit dengan format tubuhmu.