Kain Rayon Seperti apa

Secara sekilas, kain rayon sangat serupa sekali dengan kain katun. Jika katun teksturnya lebih “bertekstur”, sedang rayon agak tidak banyak licin dan halus. Dengan tekstur yang halus dan lembut, keistimewaan kain rayonialah dingin ketika dikenakan. Jadi sangat sesuai untuk iklim tropislaksana di indonesia yang ingin berhawa panas. Kain rayon menyerap keringat dengan baik dan tidak menciptakan pemakainya kegerahan oleh bertambahnya suhu tubuh.

Bahan Pembuatan Kain Rayon
Secara umum, terdapat 2 (dua) kelompok utama dalam penciptaan kain yaitu diciptakan dari bahan serat alami dan serat buatan. Serat alamidiciptakan dari bahan yang terdapat pada tanaman atau binatang. Seperti kain katun dari bahan kapas, kain wool dari bulu kambing dan kain Sutera dari kepompong ulat sutera. Sedangkan serat produksi atau sintetis, semata-mata diciptakan dari proses senyawa kimia.

Bahan kain rayon basisnya ialah serat alam, diciptakan dari selulosa pulp kayu. Dan bahan kayu yang paling tidak sedikit digunakan ialah berasal dari pohon pinus dan cemara. Meski basisnya ialah serat alam,namun kain rayon ketika ini telah berkembang sedemikian jauh proses pembuatanya.

Serat yang jadi bahan guna benang kain rayon berasal dari polimer organik, terdapat regenerasi proses kimiawi dalam pembuatanya, sampai-sampai serat rayon tidak dapat digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami. Maka nama baru dicantumkan pada rayon, yakni serat semi sintetis.

Mengenal Kain Sifon

Sebagaimana diterangkan sebelumnya diatas mengenai tekstur bahan rayon, kain ini dikenal mempunyai daya serap yang paling baik. Begitu lembut di kulit, paling nyaman saat dijadikan bahan pakaian. Mengingat bahan rayon mempunyai daya serap yang baik maka proses pewarnaan kain rayon terbilang nisbi mudah dikomparasikan dengan bahan lainnya.

Dengan daya serap yang baik pula, menjadikan dye pewarna gampang teraplikasi secara sempurna pada serat-seratnya. Maka warna yang tampil pada bahan rayon relatif terlihat terang dan tajam. Bahkan bila dikomparasikan denga kain katun.
Beda Rayon dengan Katun
Banyak orang menyamakan antara kedua bahan ini. Padahal sebenarnya bertolak belakang sama sekali. Sebagaimana diterangkan di atas, kain katun berasal dari serat alami yaitu tercipta dari kapas. Sedangkan rayon yaitu berasal dari regenerasi polimer organik yang berasal dari pulp kayu atau kulit kayu. Kain katun mempunyai tektur yang agak “keras” dikomparasikan dengan rayon yang ingin relatif licin.

Tips teknik membedakan Kain Katun dan Rayon
Jika sebuah ketika kamu dihadapkan pada selembar kain dan bingung menilai apakah kain itu kain katun atau rayon, coba kerjakan hal ini. Bakarlah tidak banyak ujung kain tersebut. Jika hasil pembakaran tersebut laksana kertas yang dibakar, maka kain tersebut ialah rayon. Sedangkan andai hasil pembakarannya laksana kapas, maka kain itu ialah kain katun. Dan andai seperti plastik, maka kain tersebut sintetis.

INGAT !!! : Hati-hati dan kerjakan di ruang terbuka. Bahan kain sangatlah gampang terbakar. Apalagi kain rayon, selain gampang terbakar, ia pun cepat menyebarkan api. Bahkan rayon digolongkan sebagai Flame Retardant, alias bahan riskan yang gampang terbakar.

Bagaimana dengan bahan Katun Rayon ?
Diatas telah dijelaskan, andai Rayon dan Katun tersebut berbeda. Namun masih tidak sedikit orang, keliru menyinggung Kain rayon sebagai Katun Rayon. Bahkan, bila kamu coba search di google, kamu akan menemui tidak sedikit sekali tulisan yang sok tau dengan menyamakan kain katun dan rayon dengan menyebutnya sebagai katun rayon.
Tapi biarlah, anda tidak perlu repot dengan kesalahan tersebut. Biarlahurusan tersebut menjadi hak mereka. Asal jangan kamu yang keliru.
Meski dalam kenyataanya, Kain Katun Rayon tersebut memanglah ada. Yaitu kain yang diciptakan dari bahan gabungan antara katun dengan rayon. Danseringkali oleh pabriknya diterangkan berapa gramasi dan kadar prosentase difusi antara kedua bahan kain tersebut.

Ketika kamu membeli kain di toko kain atau pada saudagar online, kamu kemungkinan bakal menghadapi istilah yang agak absurd ini: Katun rayon. Tanpa anda tahu, apakah sebetulnya si saudagar ngerti apa tidak dengan lain kain rayon dan katun. Menghadapi urusan ini, andai penjual kain menuliskan bahwa kain tersebut ialah katun rayon, maka terdapat dua hal yang perlu kamu tanyakan, yaitu

1. Kain itu benar-benar kain rayon ataukah kain katun ?
2. Jika penjaja tetap menyinggung katun rayon, tanyakan mereka apa kode kain tersebut. Dan berapa prosentase gabungan antara bahan rayon dan katun pada kain tersebut. Lihatlah kode itu di atas Roll Kain yang dijual.
2 urusan diatas ini tidak bakal berfungsi, andai kain yang dipasarkan tinggal bebrapa meter saja dan informasi gulungan kainnya telah hilang.